DOSEN
(1)
Tahun 1997, sidang skripsi selesai.
Tawaran pekerjaan datang, sebagai dosen teknik sipil
Dosen???
Sebagai seorang teknik sipil yang baru lulus,
menjadi dosen bukanlah hal yang keren. Yang
keren itu berada di proyek dengan
tugas mendisain struktur bangunan tinggi, memantau pelaksaan dan
memecahkan persoalan disain yang tidak dapat dilaksanakan.
Tawaran ditolak secara halus dengan alasan panggilan
orang tua untuk pulang kampung.
Hari-hari baru dimulai, hari-hari menulis surat lamaran pekerjaan. Harapan
memperoleh kesempatan mendisain struktur bangunan tinggi menjadi impian
tertinggi. Namun kenyataan berkata lain.
Tahun 1997 adalah tahun kegelapan bagi bangsa
Indonesia. Pada tahun tersebut, Indonesia dan negara-negara Asia dilanda
krisis moneter. Krisis tersebut memberikan dampak bagi Indonesia, diantaranya (http://ikhlasul1997.blogspot.com/2013/03/sejarah-krisis-moneter-di-indonesia.html):
1.
Kurs rupiah terhadap dollar Amerika melemah.
2.
Mengakibatkan pemerintah harus melikuidasi 6
bank yang bermasalah
3. Usaha Indonesia untuk memberikan pinjaman bank bermasalah tidak berhasil dan mengakibatkan Indonesia harus menanggung hutang
yang besar
4.
Kepercayaan Internasional terhadap Indonesia
menurun
5.
Angka PHK meningkat karena banyak perusahaan
yang melakukan efisiensi dan menghentikan kegiatan sama sekali.
Kegiatan didunia konstruksi juga terhenti, hal
tersebutlah yang merupakan jawaban kenapa surat lamaran tidak pernah
mendapatkan balasan. Terdesak oleh pertanyaan orang tua dan para tetangga
mengenai kabar pekerjaan, tawaran menjadi seorang dosen pun diambil.
Hari-hari baru sebagai seorang dosen pun dimulai.
Profesi baru, tampilan pun harus baru, harus mencerminkan profesi yang
dijalankan. Celana jeans, kaos oblong dan sandal jepit tergantikan oleh rok dengan
potongan Aline panjang , blouse manis dan highheel. Bagi seseorang yang
terbiasa berdandan cuek, sangatlah tersiksa dengan penampilan barunya. Namun
tetap dijalankan demi menepis pertanyaan orang seputar pekerjaan. Jam kantor
tempat bekerja berbeda dengan jam kantor pada umumnya. Jam pagi kantor dimulai
jam 8 pagi hingga jam 12 siang, Jam sore kantor dimulai jam 4 sore hingga jam 8
malam. Perbedaan jam kantor tersebut dikarenakan kampus kami banyak memiliki
mahasiswa yang sudah bekerja. Saat pulang istirahat disiang hari, mengganti
seragam kantor dengan seragam jeans dan kaos oblong, mengendarai sepeda motor
melewati kampus adalah saat-saat dimana kudapat menghela napas panjang
melepaskan beban profesi yang kusandang.
Awal berkarir sebagai seorang dosen, saya mengira
tugas seorang dosen hanya belajar materi yang akan diajarkan kepada
mahasiswanya.
Wah gampang sepertinya....
Walaupun dari segi finansial tidaklah menjanjikan,
tapi sepertinya ku kan dapat melakukannya tanpa kesulitan yang berarti.
Dengan berjalannya waktu dan lancar dalam melewati
proses pembinaan, kepercayaan pimpinan untuk memberikan beban matakuliah
semakin meningkat. Banyaknya mata kuliah yang harus dipelajari membuat diri
lupa dengan beban profesi yang harus disandang. Kenikmatan mempelajari beberapa
mata kuliah dan tantangan menjelaskan kepada mahasiswa dengan cara yang simple
hingga dapat membuat mereka mengerti, membuat saya makin mencintai pekerjaan
ini. Ada candu tersendiri untuk selalu ingin mempelajari sesuatu semakin dalam.
Teknik Sipil dengan matakuliahnya yang dominan
bersifat hitungan adalah jurusan yang seru .Seru mempelajari matakuliah
hitungannya dan seru mencari cara agar matakuliah ini bisa dicintai mahasiswanya.
Karena itu saya selalu mengatakan kepada mahasiswa, matematika dan pelajaran
sejenis yang bersifat hitungan bukanlah hal yang sulit. Sama menantangnya dan
sama serunya dengan menaklukkan game online. Hanya diperlukan waktu yang lebih
intens saja. Sama intensnya kalian bersama game online.
Semakin lama saya menekuni profesi ini, saya semakin
mengerti tugas seorang dosen. Tugas seorang dosen tidak hanya mengajar, tapi tugas seorang dosen adalah TRI DHARMA.
Apa itu tridharma?
TRI DHARMA adalah tugas dosen yang meliputi pendidikan, penelitian dan
pengabdian masyarakat.
Setiap akhir semester, dosen harus melaporkan kinerjanya yang meliputi
3 komponen tersebut. Masing-masing komponen terdiri dari beberapa kegiatan
dengan nilai kredit tersendiri. Diantara ke tiga komponen tersebut, kegiatan
dibidang penelitian adalah kegiatan yang paling sulit dipenuhi oleh seorang
dosen. Dosen harus membiasakan diri
melakukan kegiatan publikasi penelitian disetiap semester untuk memenuhi
persyaratan kinerja dosen.
Menjadi dosen juga tidak membatasi kegiatan seputar
mengajar dan belajar, kegiatan impian seputar disain dan perencanaan masih
datang menghampiri. Terkadang yang datang bukanlah disain secara keseluruhan,
namun hanya perbagian yang dirasa sulit bagi mereka, terkadang juga hanya sekedar
konsultasi disain dan perencanaan. Terbiasa mendengar, menumbuhkan sifat tidak
memilih jenis pekerjaan dan siapa yang membawa pekerjaan tersebut. Para
mahasiswa yang bekerja dan datang dengan segala permasalahan dilapangan, adalah
salah satu kegiatan konseling yang selalu diharapkan kedatangannya. Dari kegiatan
sekedar konsultasi, membuat wawasan akan dunia teknik sipil tidak hanya
dipahami sebatas teori diatas kertas. Wawasan akan permasalahan dilapangan tersebut, secara tidak langsung menambah
kualitas ngajar mengajar dikelas.
Alloh memang tidak memberikan yang kita pinta tapi
memberikan yang kita butuhkan…..Alhamdulillah…….

Komentar
Posting Komentar
Pembaca yang baik, terima kasih telah berkunjung ke blog saya. Terimakasih untuk comment yang diberikan, semoga membuat saya semakin bersemangat dan lebih baik lagi dalam menulis. Dan terimaksih untuk saling menjaga sikap baik kita dalam berkomunikasi didunia maya ini.